cintaku (bagian satu)

aku bertanya pada hatiku
benarkah cinta ini keinginanku
aku jawab ya...
bukan hanya keinginan tapi ia adalah jalan hidupku
penuh sudah ruhku dengan cinta
dan aku masih terus ingin mendapatkannya lagi
dan lagi .....

aku tak pernah kehabisan
walau setiap detik ia kuberikan
mengertikah engkau wahai sahabat...?
cintaku karena Allah semata

tidak tertukar emasnya permata
tidak juga ranumnya gadis jelita

jika engkau mau membalasnya...
mintalah cintaku pada Rabbmu
niscahya, engkau akan bertemu denganku
dijasad manapun
dimana ketika ketentuan al Hayyu menuntunmu

3 komentar:

  1. bahasa penyampaiannya sangat sufistis...anda rajin mengikutu tasawuf.???
    terus...berkarya...!!!
    saya menanti episode cinta lain yang disampaikan dengan bahasa yang gagah dan ga cengeng

    BalasHapus
  2. wah...tata bahasanya keren abis...semantik yang anda gunakan sangat kaya lho..

    BalasHapus
  3. Saya tidak terlalu berpuisi, termasuk juga tidak terlalu bisa memahami makna sebuah puisi... Namun saya setuju sekali kalau semua cinta (suka, senang, kagum, sayang dll ...) berlandaskan atau berlatarbelakang Sang Maha Pencipta dan Maha Penyayang... Semuanya akan kekal abadi instead of dilandaskan pada ego manusia yang 'pasti' sesaat...
    Terus Berkarya, SUKSES

    BalasHapus