kesepian

Dengarlah deriak hatiku….
Oh…gemeretak yang menusuk-nusuk
Alangkah indahnya pedih itu
Bagai bidadari mati kesepian….

Lalu kemana senyum yang terus membayang
Bagai sampah daun dalam gelombang
Aduhai…manisnya perih hati
Seperti nikmat menuju jalan Sang kekasih
Cicipi jangan sisakan lagi…

Adakah hidup lebih indah diatas rembulan ??
Ya latifu….ya latifu..


lengkapnya......

setengah yakin

Berbaringlah sejenak …..
Ulurkan ujung jari kakimu menghadap jendela..
Kita memang lelah sudah
Bagai mengejar bayang-bayang syetan
Diujung jalan kembali lagi mencari pembenaran…

Biarkan sepoi angin memasuki celah jari lentikmu
memijat syaraf tegang dikepalamu
dan menenangkan sesaat kalbumu
angin dingin akan sampaikan lagi khabar dariku
dan biarlah itu hanya menyentuh dinding-dinding pencakar langit

ketika waktu hampir habis
dan bulan yang tinggal separuh

berbaringlah terus…
abaikan bisik-bisik yang terus berkecamuk
sama-sama setengah yakin
kita akan lanjutkan impian ini

131208

lengkapnya......

kejujuran yang tersembunyi

apa bedanya ketidakterusterangan dan kebohongan...??
hatiku bergeming padahal tertanam sudah dalam keyakinan
terbata walau terpaksa kukatakan jua
yang pertama adalah mutasyabiha
sedang yang akhir adalah melawan suara hati

mengertikah engkau sahabat muara keduanya...
seperti maumu...ia adalah danau airmata
dan makna tidak akan merubah isi rahimnya
bagai kopi tertuang dari bejana

kesedihan kita juga sebenarnya sama
engkau sedih karena keduanya
aku sedih karena tidak mengerti
???

lengkapnya......

tak ku pahami

akulah penipu!!
ucapku menahan perih hatiku
agar terpuaskan deriak amarahmu
agar terobati sesak bathinmu
walau kuragu akan tuntaskan kebencian itu

dan aku pergi arungi lalunya angin sepi
mungkin di bulan jadi lebih baik buatku kini

aku telah menipumu...
jari-jarimu yang seribu terarah dibola mataku
jika lebih dekat engkau pasti menamparku


adakah haram cinta agungmu untukku..???
atau banyak yang tak kupahami lagi darimu??

jika cinta adalah anak panah yg dapat kukendali
pastilah ia kuarahkan menuju matahari
agar terbakar pasti
agar musnah pedih perih dengan abadi

jangan usir aku wahai bidadari...
sebab kelancanganku arahkan busur padamu
sungguh aku tahu diri
dan aku pergi pasti
tanpa kau usir lagi





lengkapnya......

akhir

aku tahu,
jika kesunyian adalah puncak keriuhan
bagai air mata diujung tawa
bagai kesedihan karena memuncaknya kebahagiaan
kitapun memahami siklus hidup akan kembali keawal lagi
sekalipun terlupa
atau kita kehilangan nilai ketika mencari makna
dan lengah memahami gerak denyut hidup

ketika sekumpulan unggas hijrah kesavana lain
mereka tinggalkan bulu-bulu dan jejak canda
walau sederhana
tanda itu akan memanggilnya lagi dalam hembusan rindu
pada musim berikutnya
karena cerita lalu selalu saja akan bangkitkan romansa
keriangan dan sedih sekalipun
begitu seterusnya sampai musim berikut

aku tahu
jika pertemuan diawali dengan perpisahan jarak dan ruang
sampai kita pahami kita bertemu disuatu masa yang tidak terterka
kemudian kita mengatakannya sebagai perjumpaan
dan,..
perlahan namun pasti
kita akan juga kembali pada awal lagi
dimana kita tidak pernah terbayang dan bermimpi
dimana kita rasakan lagi hari-hari sepi

atau,...
Rabbku yang membuat takdir itu
sebab yang pasti
kita akan menemui awal dimana kita pergi
atau akhir kita kembali......



23112008

lengkapnya......

mana pilihanmu..

mana pilihanmu..
berperahu ikuti arus sungai berliku
atau mendayung lawan riak air mengalir
bagiku keduanya sama saja
mereka memiliki dinamikanya sendiri-sendiri
dan bermuara pada gerbang tujuan yang satu
....lautan raya

jika engkau mau
maka cinta bisa diraih dari jalan yang paling kau benci sekalipun
sebagaimana Ismail pasrahkan lehernya untuk disembelih
sebagaimana kemenyan terbakar demi wanginya
jika tiada yang demikian,...
niscahya cinta akan kehilangan hakekat maknanya

mana pilihanmu sahabatku...
beribadah khusyuk dan tidur nyenyak diatas kasur lembut
sementara anak-anakmu bermain dihalaman depan yang luas
atau engkau memilih lewatkan malammu bersama Rabbmu
bermandi airmata dan kantuk yang menyiksa
sedang makanmu menjadi tawar dilidah tanpa rasa
karena takutmu akan hisabNya...

jika engkau bertanya pada keduanya
maka cinta adalah juga jawabannya
hanya melalui jalan yang berbeda

apa bedanya...
di ladang jihad atau ditempat tidur
dijalan raya atau dimedan tempur
jika Izrail datang engkau tetap akan mati jua

mana pilihanmu sahabat...??

lengkapnya......

cintaku (bagian satu)

aku bertanya pada hatiku
benarkah cinta ini keinginanku
aku jawab ya...
bukan hanya keinginan tapi ia adalah jalan hidupku
penuh sudah ruhku dengan cinta
dan aku masih terus ingin mendapatkannya lagi
dan lagi .....

aku tak pernah kehabisan
walau setiap detik ia kuberikan
mengertikah engkau wahai sahabat...?
cintaku karena Allah semata

tidak tertukar emasnya permata
tidak juga ranumnya gadis jelita

jika engkau mau membalasnya...
mintalah cintaku pada Rabbmu
niscahya, engkau akan bertemu denganku
dijasad manapun
dimana ketika ketentuan al Hayyu menuntunmu

lengkapnya......

ada yang ingin kukatakan padamu..

ada yang ingin kukatakan padamu..
walau hatiku masih terus dalam keraguan
walau aku tidak juga yakin akan ucapku sendiri

aku sayang padamu melebihi diriku
tapi bagaimana mungkin engkau akan miliki aku
sedang ruh dan jasad ini bukan milikku
apakah akan kau rampas itu dari Rabb ku
lalu siapa yang lebih zhalim dari pada itu...?

jika kau miliki cintaku
maka kelak sedihku akan terbagi
maka lukaku pun akan perihkan orang lain
sehingga matiku pun mendapat tangisan dan air mata...
begitukah cintamu kelak ciptakan nasibku..???

wahai sahabat,...
sudikah engkau berbagi cinta padaku...
dengan cinta yang hanya dimengerti sepi
dengan cinta yang perihkan hati saat dzikir
dan cinta yang bangkitkan ketakutan pada Rabbku saja
dan dengan cinta yang setiap saat mampu membuatku menangis

atau ...
akankah engkau hentikan terbangku..
mencabuti bulu-bulu sayapku..
lalu ....
mengekangku dalam sangkar emosimu......?

lengkapnya......

cintaku (bagian 3)

seperti tirai gerimis
aku membasahimu dengan bulir cintaku
dingin kuyupkan tubuh dan hijabmu
jika engkau suka...
menarilah bagai tarian kanak-kanak
bermain zapin diladang usai musim panen


jika tidak
maka engkau akan menangis dalam dinginnya yang gigil
dan galaunya guruh petir


kalau engkau memberi pilihan
cintaku akan jadi sulur-sulur yang hijaukan rimba hatimu
dan jika engkau biarkan
maka kelak akan sulit membedakan mana dirimu diriku
karena kerimbunannya satukan seluruh nafas kita

setiap hari
aku suburkan ia dengan dendang zikir dan pujian

lengkapnya......