hari kian gelap.....
sang pemuda belum jua terpejam
ketika malam hampir lewat sepertiga....
gerimis yang turun lahirkan dingin sepi yang lekat...
pada sepoinya angin..
pada buramnya lamunan
ia mungkin tengah benam dalam rasa yang tak karuan
ketika malam tidurkan para serangga
ia bagai terbuang dari riuhnya percakapan...
bagai terabaikan sapa rindu lembut sang pujaan
bagai daun kering terhembus...terbuang angin lalu
oh,.....kemana gerangan mimpi hijau teduh itu....???
semakin dalam...
semakin jauh...
kemudian ia tenggelam dalam nikmat sepi yang perih
"kemana bertanya tuk temui kamu wahai bidadariku ???" bisiknya lirih
bagai musafir dipadang sepi
ia berkeliling menatap savana membentang kosong
disudut mata tertinggalkan gurat kenangan...
tentang beningnya airmata kerinduan
tentang sunyinya langkah-langkah tanpa dekik tawa....
terbuang
kesepian
Dengarlah deriak hatiku….
Oh…gemeretak yang menusuk-nusuk
Alangkah indahnya pedih itu
Bagai bidadari mati kesepian….
Lalu kemana senyum yang terus membayang
Bagai sampah daun dalam gelombang
Aduhai…manisnya perih hati
Seperti nikmat menuju jalan Sang kekasih
Cicipi jangan sisakan lagi…
Adakah hidup lebih indah diatas rembulan ??
Ya latifu….ya latifu..
setengah yakin
Berbaringlah sejenak …..
Ulurkan ujung jari kakimu menghadap jendela..
Kita memang lelah sudah
Bagai mengejar bayang-bayang syetan
Diujung jalan kembali lagi mencari pembenaran…
Biarkan sepoi angin memasuki celah jari lentikmu
memijat syaraf tegang dikepalamu
dan menenangkan sesaat kalbumu
angin dingin akan sampaikan lagi khabar dariku
dan biarlah itu hanya menyentuh dinding-dinding pencakar langit
ketika waktu hampir habis
dan bulan yang tinggal separuh
berbaringlah terus…
abaikan bisik-bisik yang terus berkecamuk
sama-sama setengah yakin
kita akan lanjutkan impian ini
131208
kejujuran yang tersembunyi
apa bedanya ketidakterusterangan dan kebohongan...??
hatiku bergeming padahal tertanam sudah dalam keyakinan
terbata walau terpaksa kukatakan jua
yang pertama adalah mutasyabiha
sedang yang akhir adalah melawan suara hati
mengertikah engkau sahabat muara keduanya...
seperti maumu...ia adalah danau airmata
dan makna tidak akan merubah isi rahimnya
bagai kopi tertuang dari bejana
kesedihan kita juga sebenarnya sama
engkau sedih karena keduanya
aku sedih karena tidak mengerti
???
tak ku pahami
akulah penipu!!
ucapku menahan perih hatiku
agar terpuaskan deriak amarahmu
agar terobati sesak bathinmu
walau kuragu akan tuntaskan kebencian itu
dan aku pergi arungi lalunya angin sepi
mungkin di bulan jadi lebih baik buatku kini
aku telah menipumu...
jari-jarimu yang seribu terarah dibola mataku
jika lebih dekat engkau pasti menamparku
adakah haram cinta agungmu untukku..???
atau banyak yang tak kupahami lagi darimu??
jika cinta adalah anak panah yg dapat kukendali
pastilah ia kuarahkan menuju matahari
agar terbakar pasti
agar musnah pedih perih dengan abadi
jangan usir aku wahai bidadari...
sebab kelancanganku arahkan busur padamu
sungguh aku tahu diri
dan aku pergi pasti
tanpa kau usir lagi
akhir
aku tahu,
jika kesunyian adalah puncak keriuhan
bagai air mata diujung tawa
bagai kesedihan karena memuncaknya kebahagiaan
kitapun memahami siklus hidup akan kembali keawal lagi
sekalipun terlupa
atau kita kehilangan nilai ketika mencari makna
dan lengah memahami gerak denyut hidup
ketika sekumpulan unggas hijrah kesavana lain
mereka tinggalkan bulu-bulu dan jejak canda
walau sederhana
tanda itu akan memanggilnya lagi dalam hembusan rindu
pada musim berikutnya
karena cerita lalu selalu saja akan bangkitkan romansa
keriangan dan sedih sekalipun
begitu seterusnya sampai musim berikut
aku tahu
jika pertemuan diawali dengan perpisahan jarak dan ruang
sampai kita pahami kita bertemu disuatu masa yang tidak terterka
kemudian kita mengatakannya sebagai perjumpaan
dan,..
perlahan namun pasti
kita akan juga kembali pada awal lagi
dimana kita tidak pernah terbayang dan bermimpi
dimana kita rasakan lagi hari-hari sepi
atau,...
Rabbku yang membuat takdir itu
sebab yang pasti
kita akan menemui awal dimana kita pergi
atau akhir kita kembali......
23112008
mana pilihanmu..
mana pilihanmu..
berperahu ikuti arus sungai berliku
atau mendayung lawan riak air mengalir
bagiku keduanya sama saja
mereka memiliki dinamikanya sendiri-sendiri
dan bermuara pada gerbang tujuan yang satu
....lautan raya
jika engkau mau
maka cinta bisa diraih dari jalan yang paling kau benci sekalipun
sebagaimana Ismail pasrahkan lehernya untuk disembelih
sebagaimana kemenyan terbakar demi wanginya
jika tiada yang demikian,...
niscahya cinta akan kehilangan hakekat maknanya
mana pilihanmu sahabatku...
beribadah khusyuk dan tidur nyenyak diatas kasur lembut
sementara anak-anakmu bermain dihalaman depan yang luas
atau engkau memilih lewatkan malammu bersama Rabbmu
bermandi airmata dan kantuk yang menyiksa
sedang makanmu menjadi tawar dilidah tanpa rasa
karena takutmu akan hisabNya...
jika engkau bertanya pada keduanya
maka cinta adalah juga jawabannya
hanya melalui jalan yang berbeda
apa bedanya...
di ladang jihad atau ditempat tidur
dijalan raya atau dimedan tempur
jika Izrail datang engkau tetap akan mati jua
mana pilihanmu sahabat...??


